Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB | GOLD |

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-gilaan, atau sinyal reli besar benar-benar patah.

Emas spot masih tertekan sekitar 4% setelah sebelumnya sempat ambruk hingga 10% melanjutkan penurunan paling tajam dalam lebih dari satu dekade pada Jumat. Perak juga belum pulih, turun lebih dari 7% setelah sesi sebelumnya sempat rontok 16% dan mencetak penurunan intraday terbesar. Sentimennya jelas: dari euforia jadi risk-off dalam satu hentakan.

Akar masalahnya adalah reli Januari yang "lari terlalu jauh". Investor menumpuk emas dan perak karena campuran isu geopolitik, kekhawatiran pelemahan mata uang, dan isu independensi bank sentral. Dorongan spekulan Tiongkok ikut menambah "busa" di reli dan saat arah berbalik, pasar yang terlalu padat langsung kekurangan likuiditas.

Pemicu utama selloff datang dari kabar Donald Trump akan mengajukan Kevin Warsh untuk memimpin The Fed. Pasar membaca Warsh sebagai figur yang lebih tegas terhadap inflasi, sehingga ekspektasi kebijakan lebih ketat menguat, dolar naik, dan logam mulia yang dihargai dolar jadi ikut tertekan. Di saat yang sama, arus spekulatif yang tadinya mendorong harga dari Asia ikut putar balik dan memperdalam jatuhnya harga.

Tekanan makin "nendang" karena faktor teknis: banyak posisi memakai leverage, jadi ketika harga turun muncul efek domino margin call, forced selling, dan pembalikan hedging dari pasar opsi. Dari sini, arah selanjutnya sangat bergantung pada apakah pembeli fisik (terutama jelang Imlek di Tiongkok) kembali agresif buy the dip, dan apakah proses deleveraging sudah benar-benar selesai. (alg)[sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS